Mahasiswa Se-Kalbar Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Norsan – Krisantus, Soroti IPM

dialektis.id – Sebagai representasi mahasiswa se-Kalimantan Barat, Forum Koordinasi BEM Se-Kalimantan Barat (FKBK) memandang bahwa satu tahun kepemimpinan Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan perlu dievaluasi secara objektif, khususnya dalam aspek Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Koordinator FKBK, Syariful Hidayatullah, saat ditemui pada Rabu (25/2/2026), menegaskan bahwa IPM merupakan indikator fundamental yang mencerminkan kualitas hidup masyarakat melalui tiga dimensi utama, yaitu pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak.

Menurutnya, hingga saat ini Kalimantan Barat masih tergolong sebagai provinsi dengan IPM yang relatif rendah dibandingkan dengan sejumlah provinsi lain di Indonesia, bahkan jika dibandingkan dengan beberapa provinsi lain di Pulau Kalimantan.

“IPM bukan sekadar angka statistik, tetapi gambaran nyata dari kualitas hidup masyarakat. Ketika IPM masih rendah, artinya masih ada persoalan mendasar yang harus segera dituntaskan,” ujar Syariful.

Ia menambahkan, berdasarkan fakta di lapangan, masih banyak ketimpangan yang dirasakan masyarakat. Di sektor pendidikan, akses yang belum merata masih menjadi persoalan, khususnya di daerah pedalaman dan wilayah perbatasan. Keterbatasan sarana dan prasarana, tenaga pengajar, serta infrastruktur pendukung dinilai menjadi hambatan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Di bidang kesehatan, FKBK juga menyoroti akses layanan yang belum memadai, terutama di wilayah terpencil. Selain itu, angka pengangguran yang dinilai masih cukup tinggi turut berdampak pada rendahnya standar hidup layak masyarakat.

Sebagai mahasiswa, FKBK menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan publik serta menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan daerah. Mereka menegaskan bahwa pembangunan di Kalimantan Barat harus benar-benar berpihak pada rakyat dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup manusia secara berkelanjutan.

“Evaluasi ini bukan bentuk penolakan, tetapi wujud kepedulian. Kami ingin memastikan bahwa arah pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Syariful.

Bagikan Berita