Pontianak – Outlander adalah unit Death Metal yang lahir pada 20 November 2009, berangkat dari pertemuan sekelompok pelajar Sekolah Menengah Pertama yang menyatukan kegelisahan mereka melalui musik ekstrem. Sejak awal, Death Metal dipilih bukan sekadar genre, melainkan sebagai identitas dan medium ekspresi yang terus mereka pertahankan hingga hari ini.
Perjalanan Outlander dipenuhi dinamika: pergantian formasi, pencarian arah, hingga proses pendewasaan musikal. Alih-alih melemahkan, fase-fase tersebut justru menempa karakter band menjadi lebih solid, matang, dan terfokus. Secara musikal, Outlander berakar kuat pada Old School Death Metal—brutal, agresif, dan berintensitas tinggi—merepresentasikan semangat ekstrem yang tak pernah padam sejak awal berdiri.
Langkah awal Outlander ke dalam skena musik ekstrem ditandai dengan perilisan demo track “Kepalsuan Menikam” pada Desember 2010. Demo ini mendapatkan respons positif dari komunitas Death Metal underground dan menjadi pintu masuk yang memperkenalkan nama Outlander ke kancah yang lebih luas.
Namun perjalanan tersebut sempat terhenti. Periode hiatus panjang antara 2015 hingga 2025 menjadi masa refleksi, pembongkaran, sekaligus perumusan ulang arah bermusik. Ketika Outlander kembali pada 2025, mereka hadir dengan wajah baru: lebih gelap, lebih matang, dan jauh lebih buas dari sebelumnya.
Kebangkitan ini dimanifestasikan melalui EP terbaru bertajuk “All Flesh Rots”. Rilisan ini menjadi penanda fase baru Outlander dengan formasi terkini, menghadirkan karakter musikal yang berkembang tanpa mengkhianati akar kebrutalan mereka. Dalam EP ini, Outlander memperluas spektrum Death Metal mereka dengan sentuhan Blackened dan Extreme, menciptakan atmosfer yang kelam, destruktif, dan penuh intensitas.
“All Flesh Rots” bukan sekadar rilisan comeback, melainkan pernyataan bahwa Outlander telah kembali dari kegelapan—lebih lapar, lebih ganas, dan siap kembali mencabik skena ekstrem.
Profil Singkat
Nama Band: Outlander
Terbentuk: 20 November 2009
Comeback: 2025
Genre Awal: Slamming Death Metal
Genre Saat Ini: Death Metal / Blackened / Extreme
Personel
Rahmad Prabowo — Gitar
Rufinus Febri — Drum
Bayu — Vokal
Eko Budi — Bass
EP “All Flesh Rots”: Manifestasi Kebangkitan Outlander dari Kegelapan













