Membangun Ketangguhan dari Tepian Sungai: Warga Tambelan Sampit Perkuat Kolaborasi melalui Pengorganisasian Masyarakat

Pontianak – Di tengah tantangan lingkungan kawasan tepian sungai, Lembaga Gemawan menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Pembentukan Kelompok Masyarakat di Area Kumuh Tambelan Sampit”. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Maret 2026 ini, menjadi momentum bagi warga untuk memperkuat aksi kolaborasi demi mewujudkan ketangguhan sosial-ekologis serta kebahagiaan komunitas.

Program ini merupakan langkah nyata Gemawan dalam mengimplementasikan hasil penelitian RISE (Revitalising Informal Settlements and their Environments) yang sebelumnya telah dilakukan bersama berbagai pakar dari universitas nasional dan internasional. Fokus utamanya adalah merespons isu banjir yang kerap melanda wilayah Tambelan Sampit melalui pemberdayaan masyarakat.

Kepemimpinan Kolektif: Bergerak Setara untuk Perubahan Pada hari pertama, peserta yang mayoritas adalah kaum perempuan dibekali pemahaman mengenai kepemimpinan kolektif oleh narasumber Maulisa (Ica). Pelatihan ini menekankan pentingnya organisasi yang dikelola secara setara, mengutamakan musyawarah untuk mufakat, dan membagi tanggung jawab bersama.

“Berorganisasi memudahkan masyarakat untuk lebih dikenal luas dan memperkuat posisi tawar dalam mengakses dukungan atau bantuan dari pemerintah maupun pihak luar,” ujar Maulisa.

Ia juga membagikan kisah sukses pendampingan kelompok perempuan di daerah lain yang berhasil menciptakan produk bernilai tambah seperti kerajinan dari limbah plastik. Inovasi Pemanfaatan Lahan Sempit dan Mitigasi Banjir. Dan memasuki hari kedua, fokus beralih pada praktik langsung dengan pendampingan dari Lani Ardiansyah (Ucup). Mengingat keterbatasan lahan di Tambelan Sampit, warga diajak memanfaatkan limbah botol atau wadah bekas untuk berkebun di pekarangan rumah. Gemawan mendistribusikan lima jenis bibit tanaman (kangkung, cabai, terong, sawi, dan tomat) serta tanah bakar sebagai media tanam awal.

Selain ketahanan pangan, diskusi kelompok juga mendalami solusi mitigasi banjir, mulai dari pengelolaan sampah yang benar hingga rencana adaptasi struktur rumah. Langkah Ke Depan: Pembentukan Kelompok Masyarakat Kegiatan ini ditutup dengan kesepakatan pembentukan struktur kelompok masyarakat sebagai wadah koordinasi yang berkelanjutan.

Kelompok ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi berbagai rencana aksi, mulai dari peningkatan ekonomi kreatif, inisiatif kesehatan bersama Puskesmas, hingga pengelolaan lingkungan yang lebih sehat. Rahma dari Gemawan menegaskan bahwa proses ini adalah awal dari pendampingan jangka panjang.

“Harapan kita, dari 15 orang peserta ini akan muncul ‘virus kebaikan’ yang menginspirasi warga lainnya untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih indah dan tangguh,” pungkasnya.

Tentang Gemawan: Gemawan adalah lembaga riset dan pendampingan masyarakat di Kalimantan Barat yang berfokus pada penguatan kapasitas warga dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta adil gender.

Penulis : Dea Mardia

Bagikan Berita