SHE CAN Bergerak! Ratusan Mentor Disiapkan, Ribuan Perempuan Kalbar Siap Naik Kelas Lewat Literasi Keuangan

dialektis.id – PONTIANAK. Komitmen memperkuat kemandirian ekonomi perempuan di Kalimantan Barat kembali diwujudkan melalui Program SHE CAN. Dengan menyiapkan ratusan mentor dan volunteer, program ini menargetkan ribuan perempuan di lima kabupaten/kota agar memiliki kemampuan mengelola keuangan, mengembangkan usaha, serta mengambil keputusan ekonomi secara lebih cerdas dan berkelanjutan.

Langkah tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Training of Facilitators (ToF) yang berlangsung pada 11–23 Juni 2026 di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sanggau, Kota Singkawang, dan Kabupaten Sambas. Program SHE CAN merupakan kolaborasi antara DBS Foundation, The Asia Foundation, dan PPSW Borneo sebagai implementator di Kalimantan Barat untuk memperluas akses literasi keuangan bagi perempuan, khususnya kelompok rentan dan marjinal.

Direktur PPSW Borneo, Eva Monica Bata, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pemberdayaan perempuan berbasis komunitas. Para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga dipersiapkan menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan edukasi keuangan secara langsung kepada masyarakat.

“Melalui Training of Facilitators ini kami menyiapkan ratusan mentor dan volunteer yang nantinya akan menjadi fasilitator di wilayah masing-masing. Mereka akan mendampingi perempuan memahami pengelolaan keuangan keluarga, menyusun perencanaan keuangan, hingga mengembangkan usaha. Kami berharap gerakan ini mampu menjangkau ribuan perempuan di Kalimantan Barat sehingga semakin banyak perempuan yang mandiri secara ekonomi dan mampu mengambil keputusan keuangan yang lebih baik,” ujar Eva.

Menurutnya, penguatan kapasitas perempuan harus dilakukan secara menyeluruh. Selain peningkatan keterampilan, perempuan juga memerlukan akses terhadap literasi keuangan, pendampingan yang berkelanjutan, serta jejaring yang mampu membuka peluang ekonomi sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan pembangunan daerah yang lebih inklusif.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Pemerintah Kota Singkawang. Saat membuka pelatihan di Kota Singkawang, Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, menyampaikan apresiasi atas konsistensi PPSW Borneo dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pemberdayaan perempuan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menilai literasi keuangan kini menjadi kompetensi yang wajib dimiliki setiap keluarga di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. Menurutnya, banyak persoalan ekonomi rumah tangga sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat memiliki pemahaman mengenai perencanaan keuangan, pengelolaan usaha, akses terhadap layanan keuangan, serta kemampuan mengambil keputusan ekonomi secara bijaksana.

Dwi juga berharap seluruh volunteer yang telah mengikuti pelatihan dapat menjadi motor penggerak di daerah masing-masing. Kehadiran mereka diharapkan mampu menjadi jembatan informasi, pendamping, sekaligus motivator bagi masyarakat dalam meningkatkan literasi keuangan dan membangun usaha yang produktif serta berkelanjutan.

Apresiasi serupa disampaikan Plt. Kepala Bapperida Kota Pontianak, Y. Trisna Ibrahim, saat membuka pelatihan di Kota Pontianak. Ia menilai Program SHE CAN selaras dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya perempuan, melalui penguatan kapasitas di bidang pengelolaan keuangan keluarga.

Selama pelatihan, para mentor dan volunteer memperoleh pembekalan mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga, perencanaan keuangan, pemanfaatan layanan keuangan formal, hingga penyusunan rencana usaha sederhana. Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka akan menggelar kelas-kelas belajar di komunitas sehingga manfaat Program SHE CAN dapat dirasakan lebih luas oleh perempuan di berbagai daerah di Kalimantan Barat.

Melalui sinergi antara PPSW Borneo, The Asia Foundation, DBS Foundation, dan pemerintah daerah, Program SHE CAN diharapkan mampu melahirkan gerakan literasi keuangan yang berkelanjutan. Tidak hanya meningkatkan kemampuan perempuan dalam mengelola ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, mendorong tumbuhnya usaha produktif, serta mempercepat terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkeadilan di Kalimantan Barat.

Bagikan Berita