Tahta Api: Manifesto Rock Neraka Layaw dari Jantung Kalimantan

Kalimantan Tengah – Unit rock asal Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Layaw, resmi merilis album penuh terbaru mereka bertajuk “Tahta Api”. Album ini menjadi pernyataan paling brutal Layaw sejauh ini: musik rock neraka yang meletup seperti lahar panas, liar, primitif, dan tanpa kompromi.

“Tahta Api” lahir dari kegelisahan personal The Goath, vokalis Layaw, yang menuangkan keresahan batin terdalamnya—tentang kesenangan yang tak berujung, black and roll, stygiophilia, neraka personal, hingga bayang-bayang kematian dan bunuh diri yang terus menghantui.

Seluruh kegelisahan itu diterjemahkan ke dalam komposisi yang mentah dan agresif, dengan elemen musik tak terduga serta instrumen yang menghantam telinga layaknya ribuan tombak api. Raungan vokal terdengar seperti jeritan kesakitan dari dasar neraka, mengukuhkan atmosfer album yang gelap dan mengerikan.

Layaw dengan sadar menolak standar teknis musik yang rapi dan penuh ornamen. Mereka bukan band dengan permainan virtuos, tanpa sequencer, tanpa gimmick, dan tanpa lirik puitis ala arus utama. Formula Layaw adalah dadaisme yang dibalut instrumen primitif dan noise kasar—musik yang mengganggu, menyakitkan telinga, namun jujur dan penuh energi. Bagi Layaw, yang terpenting adalah headbang, rusuh, ugal-ugalan—My Way to Hell.

Album “Tahta Api” resmi dirilis pada 9 Desember 2026, dengan daftar lagu sebagai berikut:
Murka
Ordo Ular
Mati
Arak Layaw
B.U.R.A.M
Delta Mulut Setan
Alkohol
Rock N Roll Naraka
Balada Insan Underground
Neraka Jahanam
Infernal

Layaw terbentuk pada 20 Desember 2023 di Pangkalan Bun, sebuah kota kecil di Kalimantan Tengah yang mereka anggap stagnan dan membosankan secara musikal. Nama Layaw diambil dari bahasa Melayu yang berarti tidak jelas atau kacau, sebuah filosofi yang sepenuhnya tercermin dalam sikap dan musik mereka.


Kelahiran Layaw bagaikan petaka di tengah monotoninya skena lokal. Mereka hadir layaknya api—memberi ancaman, membakar, dan melahap apa pun yang menghalangi. Musik Layaw berbicara lewat emosi mentah dan ekspresi kemanusiaan yang meledak-ledak, dituangkan dalam distorsi berapi-api dan ritme yang membara.

Terinspirasi kuat oleh band-band seperti Black Sabbath dan Alice in Chains, Layaw berambisi membangkitkan kembali gairah rock yang gelap, kotor, dan berbahaya. Melalui “Tahta Api”, Layaw berharap api rock neraka ini terus berkobar—menjadi perlawanan, sekaligus pengingat bahwa rock sejati lahir dari kekacauan dan keberanian untuk terbakar.

Bagikan Berita