Perkuat Rantai Pasok dan Akses Pasar Global, Jaringan Petani Dampingan Gemawan Konsolidasikan Jejaring Ekonomi Lokal

Mempawah — Kelompok desa dampingan Gemawan yang tergabung dalam Jaringan Petani Berbasis Komoditas dari Kabupaten Mempawah, Kubu Raya, dan Sambas menggelar kegiatan bertajuk “Konsolidasi Jaringan Petani dan Temu Bisnis Komoditas” pada Kamis (14/05/2026) di Aula Kantor Desa Bakau Kecil, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Penjabat Kepala Desa Bakau Kecil dan difasilitasi oleh Gemawan sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring ekonomi masyarakat berbasis komoditas lokal serta pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Koordinator Gemawan Wilayah Mempawah, Lani Ardiansyah, mengatakan kegiatan ini menghadirkan sejumlah pihak strategis, salah satunya PT Hikma Jaya Sempurna yang saat ini fokus mengembangkan produk turunan kelapa, khususnya pengolahan limbah sabut kelapa menjadi cocopeat dan pupuk organik bernilai ekonomi.

Selain itu, kegiatan juga menghadirkan buyer internasional melalui PT Pusaka Insan Indonesia. Menurut Lani, kehadiran mitra industri dan buyer tersebut menjadi momentum penting dalam membuka peluang pasar yang lebih luas bagi komoditas unggulan hasil produksi jaringan petani dampingan.

“Melalui pertemuan ini, kami berharap tercipta kolaborasi yang kuat antara jaringan petani, sektor industri, dan para pemangku kebijakan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif, berkelanjutan, serta berbasis pada potensi sumber daya lokal,” ujar Lani Ardiansyah yang akrab disapa Ucup.

Ia menambahkan bahwa komoditas kelapa memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik di Kalimantan Barat secara umum maupun di Kabupaten Mempawah secara khusus. Menurutnya, penguatan sektor kelapa juga menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga lahan masyarakat agar tidak terus beralih fungsi menjadi perkebunan komoditas lain atau perkebunan monokultur.

“Kelapa memiliki potensi pasar ekspor yang cukup besar. Karena itu, pengembangan komoditas ini dapat menjadi alternatif ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan pemanfaatan lahan,” tambahnya.

Empat Pilar Strategis

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Improving Community Based Economic Movement in West Kalimantan” periode 2024–2027 yang diimplementasikan oleh Gemawan. Melalui agenda konsolidasi tersebut, terdapat empat tujuan utama yang ingin dicapai.

Pertama, memperkuat sinergi rantai pasok melalui pembangunan kemitraan produksi dan hilirisasi komoditas kelapa bersama sektor industri.

Kedua, meningkatkan kapasitas petani dan kelembagaan ekonomi lokal melalui kunjungan langsung ke pabrik pengolahan limbah sabut kelapa. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala UPT KPH Mempawah sebagai bentuk penguatan kolaborasi multipihak dan dukungan terhadap standarisasi sektor riil.

Ketiga, memperluas jejaring bisnis dengan membuka akses pasar global melalui temu bisnis bersama buyer mancanegara.

Keempat, mendorong formalisasi kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) guna membangun kemitraan yang transparan, adil, dan berkelanjutan.

Ucup menegaskan, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat posisi petani lokal dalam rantai pasar yang lebih luas, sekaligus mempertegas pentingnya kolaborasi multipihak dalam membangun ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.

“Kami berharap agenda ini tidak hanya menjadi ruang konsolidasi jaringan petani, tetapi juga mampu menghadirkan peluang ekonomi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat desa,” pungkasnya.

Bagikan Berita