dialektis.id – Pontianak. Memperingati 13 tahun perjalanan Gerakan TurunTangan, aksi kerelawanan digelar secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Di Kalimantan Barat, TurunTangan Pontianak memilih menghadirkan kepedulian secara langsung dengan mengunjungi dan mendampingi anak-anak Panti Asuhan Nurul Iman, Minggu (20/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan moral bagi anak-anak di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang turut memengaruhi aktivitas masyarakat.
Selama kurang lebih setengah hari, para relawan TurunTangan Pontianak mengajak anak-anak mengikuti berbagai aktivitas bermain dan edukasi sederhana yang disesuaikan dengan kondisi mereka. Suasana kebersamaan dibangun melalui kegiatan interaktif agar anak-anak tetap memperoleh ruang untuk bermain, belajar, dan bersosialisasi meski aktivitas sehari-hari turut terdampak kondisi kabut asap.
Koordinator Umum TurunTangan Daerah Pontianak, Uray Suci Nur’aini, mengatakan momentum 13 tahun TurunTangan menjadi pengingat bagi para relawan untuk terus menjaga semangat kepedulian di tengah masyarakat. “Memasuki usia ke-13, kami berkomitmen merawat semangat kepedulian secara serentak di berbagai penjuru negeri. Khusus di Kalbar, kami memfokuskan aksi pada anak-anak panti asuhan. Walau tergolong singkat, kehadiran fisik setengah hari ini kami harapkan dapat memberikan ruang hiburan, rasa aman, dan dukungan semangat saat mereka harus beraktivitas dari rumah akibat kabut asap,” ujarnya.
Tak hanya bermain, para relawan juga memberikan edukasi dasar mengenai karhutla dengan bahasa yang sederhana dan ramah anak. Materi yang diberikan mencakup pengenalan dampak kabut asap terhadap kesehatan, cara melindungi diri, penggunaan masker yang tepat, hingga pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak memahami situasi di sekitar mereka sekaligus mengenali langkah sederhana untuk menjaga kesehatan selama kondisi udara terdampak asap.
Bagi TurunTangan Pontianak, aksi tersebut bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun interaksi dan kebersamaan bersama anak-anak. Kehadiran relawan di tengah situasi yang membatasi aktivitas mereka diharapkan mampu menghadirkan suasana yang lebih menyenangkan. “Harapannya anak-anak dapat terhibur dengan kehadiran kami di tengah kondisi ini. Semoga mereka bisa mendapat ilmu baru dari edukasi yang kami berikan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak panti yang telah menerima kedatangan kami dan turut membersamai dalam memberikan semangat untuk anak-anak,” kata Uray.
Aksi di Kalimantan Barat tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan 13 tahun Gerakan TurunTangan yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Melalui aksi ini, TurunTangan Pontianak berupaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus menunjukkan bahwa dukungan terhadap masyarakat dapat hadir melalui langkah sederhana, termasuk menemani anak-anak yang terdampak situasi karhutla dan kabut asap.
Gerakan TurunTangan merupakan organisasi berbasis komunitas yang menjadi wadah kerelawanan pemuda dan didirikan pada 2013 oleh Anies Baswedan. Gerakan ini menjalankan berbagai kegiatan kerelawanan dan aksi sosial di sejumlah bidang, antara lain sosial, lingkungan, kesehatan, pendidikan, serta politik bersih. Memasuki usia ke-13, TurunTangan terus mengembangkan gerakan kerelawanan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Barat, dengan menghadirkan aksi yang berorientasi pada kepedulian dan keterlibatan langsung bersama masyarakat.













