Impact Initiative Charter Gaungkan Aksi Nyata! Fellowship UGM Hadirkan Pojok Literasi untuk Pejuang Cilik di Rumah Harapan Indonesia

dialektis.id – SEMARANG. Komitmen perempuan muda dalam memberi dampak nyata kembali dibuktikan. Melalui program Impact Initiative Charter Saraswati Fellowship, Annisa Dini Kamila, fellowship final year dari Universitas Gadjah Mada, berhasil menjembatani kolaborasi strategis antara Rumah Harapan Indonesia (RHI) Cabang Semarang, HMI Cabang Sleman, dan Penerbit Buku Jabal Al-Hilal.

Kegiatan bertajuk Pendidikan dan Kesehatan yang digelar pada Senin, (09/02/2026) itu melahirkan legacy konkret berupa penguatan literasi melalui penyediaan pojok baca bagi anak-anak penyintas penyakit berat tidak menular yang singgah di RHI Semarang. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak yang tengah menjalani pengobatan jangka panjang.

Sebagai rumah singgah gratis bagi anak usia 0–17 tahun dari keluarga prasejahtera, RHI menjadi tumpuan harapan bagi pasien rujukan yang menjalani perawatan di RSUP Dr. Kariadi dan sejumlah rumah sakit lainnya di Semarang. Namun di tengah perannya yang vital, RHI masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal akses donatur dan perluasan jejaring kolaborasi.

Impact Initiative Charter hadir sebagai problem solver dengan pendekatan kolaborasi pentahelix, menyinergikan unsur akademisi, komunitas, penerbit, dan lembaga sosial untuk menciptakan kontribusi berkelanjutan di bidang pendidikan dan kesehatan.

Respons positif pun datang dari para orang tua penyintas.

“Terima kasih kak atas ilmunya melalui buku-buku ini, semoga berkah dan sukses selalu ya kak,” ujar salah satu ibu yang mendampingi anaknya selama masa pengobatan.

Annisa menegaskan, gerakan kebaikan ini berangkat dari konsistensi langkah kecil yang dijaga bersama.

“Hal-hal baik yang terus terjaga dimulai dari Nutrilead 2025. Kalau ke Semarang jadi mampir ke Rumah Harapan Indonesia. Ketika ada donasi buku, makanan, dan lainnya, otomatis kepikiran RHI, adek-adek sang pejuang hebat,” tuturnya.

Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada satu momentum, melainkan terus berlanjut dengan keterlibatan lebih banyak pihak. Sebab dari ruang sederhana bernama rumah singgah, lahir harapan besar bahwa pendidikan tetap bisa tumbuh, bahkan di tengah perjuangan melawan penyakit.

Bagikan Berita