Kubu Raya – Desa Punggur Besar dan Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya memiliki potensi tanah yang subur. Suburnya wilayah Punggur ini dapat bersama-sama kita lihat dari hamparan berbagai jenis tanaman di sepanjang jalan ketika memasuki Desa. Akrabnya nuansa di desa ini tentu tidak lepas dari tangan-tangan perempuan Desa Punggur Kecil dan Punggur Besar. Mereka memiliki peran yang sangat penting dalam pengelolaan sumber daya alam. Pada tingkat tapak, mereka terlibat sejak tahap perencanaan jenis tanaman, proses tanam, perawatan, hingga pasca panen. Namun ironisnya, sebagai jantung dalam pengelolaan sumber daya alam, perempuan kerap kali tidak mendapatkan akses, kontrol, partisipasi dan manfaat terhadap bantuan seperti bibit tanaman yang seringkali perempuan luput diikutsertakan.
Melihat tantangan tersebut, Gemawan distribusikan bantuan bibit tanaman kepada kelompok perempuan yang ada di Desa Punggur Besar dan Desa Punggur kecil sebagai upaya memperkuat peran perempuan serta mengembangkan variasi jenis kekayaan sumber daya alam di kedua desa.
Disalurkan kepada 3 kelompok dampingan Gemawan, distribusi bibit dilakukan selama dua hari, yaitu pada 2 hingga 3 Maret 2026, dimana pada 2 maret dilakukan penyaluran bibit di kediaman rumah kelompok, di Jl Parit Berkat, Desa Punggur Besar, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya. dan dihari berikutnya, 3 Maret 2026 dilakukan pendistribusian bibit di Parit Tembakul, Desa Punggur Kecil, Kec. sungai Kakap, Kab. Kubu Raya.
Tidak hanya kelompok ibu-ibu, agenda ini turut melibatkan kelompok orang muda punggur kecil, sebagai bentuk peningkatan dan mendorong minat orang muda dalam dunia pertanian.
Mengadopsi Kearifan Hutan Melalui Analog Forestry
Agenda distribusi ini tidak hanya sekadar penyerahan bibit, melainkan juga membekali para perempuan dengan pengetahuan melalui materi Analog Forestry. Analog Forest adalah sistem restorasi dengan prinsip membawa kecerdasan hutan ke kebun atau pekarangan.
Lany Ardiansyah, Kanit Pengembangan Sumber Daya Alam (PSDA) Gemawan, dalam menyampaikan materinya, menekankan bahwa pentingnya restorasi ekologis yang meniru ekosistem alami hutan.
“Alam memiliki kemampuan mandiri untuk subur. Di hutan rimba, tanaman tumbuh produktif tanpa pupuk kimia. metode ini yang ingin kita bawa ke lahan warga agar ekosistem tetap sehat dalam jangka panjang,” ujar Lany yang akrab disapa Ucup.
Langkah strategis ini bertujuan agar pengelolaan lahan di Punggur tidak hanya mengejar hasil yang sesaat, tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Peningkatan Kesejahteraan yang Terjaga Melalui 3 Waktu
Adapun bibit yang didistribusikan meliputi tanaman untuk jangka pendek, tanaman jangka menengah dan tanaman jangka panjang. tanaman jangka panjang diantaranya ada durian, rambutan, mangga, dan petai. sedangkan tanaman jangka menengah meliputi kopi, kelengkeng, lengkuas dan jahe merah. serta untuk tanaman jangka pendek meliputi tanaman sayur-sayuran yang bisa panen dalam kurun waktu 1-3 bulan yang meliputi kacang panjang, kangkung, tomat, cabai dan terong ungu.
Tanaman jangka panjang digadangkan sebagai investasi masa depan ketika pohonnya sudah tinggi, dapat sebagai penyimpan cadangan air dan penghadang angin. sedangkan tanaman jangka menengah sebagai flora yang melindungi tanaman sayur yang lebih kecil dari terik matahari yang terlalu menyengat. Dan tanaman jangka pendek diharapkan dapat membantu peningkatan ekonomi dalam jangka waktu yang reatif singkat, dalam kurun waktu harian maupun mingguan.
Suara dari Akar Rumput
Bagi para perempuan di Punggur, bantuan ini merupakan bentuk pengakuan atas eksistensi mereka yang selama ini jarang dilibatkan dalam agenda strategis desa. Samunah, ketua kelompok Perempuan Maju Bersama Desa Punggur Besar mengungkapkan rasa syukurnya atas keragaman jenis bibit yang diterima.
“Saya senang mendapatkan bantuan bibit ini, karena jenis tanamannya banyak dan beragam jadi jenis tanaman di Punggur bisa lebih beragam,” ucap samunah pada (2/02/2026).
Irama yang sama turut disampaikan Rosita, dari kelompok Sumber Berkah Baru Desa Punggur Kecil. Baginya, bibit-bibit ini adalah modal penting untuk mengembangkan potensi lahan yang mereka miliki secara mandiri.
“Adanya bibit ini bisa membantu kami tentunya untuk lebih giat lagi mengelola lahan kami apalagi bibit yang kami terima ada jangka pendek, menengah, dan jangka panjangnya,” ujar Rosita pada (3/02/2026).
Tongkat Estafet Pengetahuan Bagi Generasi Muda
Kehadiran kelompok perempuan dalam agenda ini juga membawa angin segar bagi generasi muda di Punggur Kecil, Nazela, perwakilan dari kelompok Generasi Hijau Muda Punggur memandang bahwa distribusi bibit dan edukasi Analog Forestry ini sebagai ruang untuk belajar yang berharga.
“Agenda ini benar-benar membuka mata dan meningkatkan minat saya untuk lebih melek terhadap sistem pertanian yang berkelanjutan. ini adalah hal besar bagi saya karena bisa mempraktikannya dan membagikannya kepada orang terdekat saya yang sudah terjun dalam dunia pertanian,” Pungkas Nazela pada (3/02/2026).
Melalui serangkaian kegiatan ini, Gemawan berharap perempuan desa tidak lagi hanya bergerak di ranah domestik. Saat suara mereka terdengar lebih lantang di ranah publik perempuan mempunya kekuatan untuk berdaulat atas sumber daya alam di tanah kelahiran mereka sendiri.
Penulis: Ersa
Perkuat peranan perempuan petani dalam mengelola sumber Penghidupan melalui distribusi bibit tanaman













