Kayong Utara – Gemawan bersama BOICE Indonesia menyalurkan sebanyak 8.000 liter air bersih kepada masyarakat di Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, pada Senin (21/9/2026). Bantuan tersebut ditujukan bagi kelompok dampingan Gemawan dan masyarakat sekitar yang menghadapi keterbatasan air bersih di tengah kemarau berkepanjangan.
Penyaluran bantuan dilakukan sebagai respons atas kondisi di lapangan, di mana ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan yang semakin mendesak bagi masyarakat. Air bersih diangkut menggunakan truk tangki dan disalurkan ke toren penampungan yang telah disiapkan. Selanjutnya, warga mengambil air menggunakan jerigen dan galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pegiat Gemawan, Dmitri, mengatakan bantuan tersebut diperuntukkan bagi komunitas dampingan sekaligus warga sekitar yang terdampak keterbatasan air bersih.
“Ada sebanyak 8.000 liter air bersih yang diperoleh untuk komunitas dampingan dan juga warga sekitar di Teluk Batang,” ujar Dmitri.
84 Hari Tanpa Hujan
Kondisi keterbatasan air di Teluk Batang tidak terlepas dari panjangnya periode tanpa hujan yang terjadi di wilayah tersebut. Berdasarkan pemantauan BMKG Kalimantan Barat, Kabupaten Kayong Utara mencatat hari tanpa hujan (HTH) berturut-turut terpanjang di Kalimantan Barat, yakni mencapai 84 hari hingga 20 September 2026. Kondisi tersebut tercatat di Kecamatan Teluk Batang dan masuk dalam kategori ekstrem.
Periode tanpa hujan yang panjang berdampak langsung terhadap ketersediaan sumber air masyarakat. Sejumlah sumber air yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mengalami penurunan debit bahkan mengering.
Bagi Gemawan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemarau di Teluk Batang telah berkembang menjadi persoalan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Keterbatasan air tidak hanya berdampak pada kebutuhan konsumsi, tetapi juga aktivitas sehari-hari seperti memasak, membersihkan diri, mencuci, dan menjaga kebersihan keluarga.
Karena itu, penyaluran air bersih diprioritaskan sebagai bentuk respons langsung untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode kekeringan masih berlangsung.
Warga Kesulitan Mendapatkan Air Bersih
Ketua Kelompok Srikandi Teluk Batang sekaligus Ketua Koperasi Karya Srikandi Mandiri, Fitriyani, mengatakan keterbatasan air bersih menjadi persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Di Teluk Batang ini susah air, kalau ada pun airnya asin semua. Jadi kalau ada air bersih kami bersyukur,” ujar Fitriyani.
Hal serupa disampaikan Muhammad Faris, Sekretariat Desa Teluk Batang. Menurutnya, kemarau yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan sejumlah sumber air di wilayah tersebut mengering.
“Kita sudah kemarau selama dua bulan terakhir dan semua sumber air di Teluk Batang khususnya itu kering. Jadi sangat berterima kasih karena manfaat ini balik lagi ke warga untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Muhammad Faris.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa dampak kemarau tidak dirasakan secara sama di setiap wilayah. Meskipun pemantauan BMKG Kalimantan Barat menunjukkan sebagian wilayah berada dalam kategori hari tanpa hujan yang relatif pendek, Teluk Batang mengalami periode tanpa hujan yang jauh lebih panjang.
Dengan HTH mencapai 84 hari, persoalan ketersediaan air bersih di Teluk Batang menjadi kebutuhan yang membutuhkan respons segera, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada sumber air lokal.
Bagian dari Solidaritas untuk Warga Terdampak
Penyaluran 8.000 liter air bersih ini merupakan bagian dari Charity Karhutla Kalimantan Barat, sebuah dukungan solidaritas untuk masyarakat yang menghadapi dampak kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak, kemarau panjang tidak hanya meningkatkan risiko karhutla, tetapi juga memperbesar tekanan terhadap ketersediaan air bersih. Karena itu, respons terhadap situasi tersebut perlu mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus dukungan bagi komunitas yang berada di wilayah rentan.
Gemawan bersama jejaring masyarakat sipil dan para pendukung solidaritas terus mendorong dukungan bagi warga yang menghadapi dampak kemarau dan karhutla. Kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah masih berlangsung, sehingga dukungan publik tetap dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Dukungan dan donasi melalui Gemawan akan diarahkan untuk merespons kebutuhan masyarakat di wilayah yang terdampak kemarau dan karhutla di Kalimantan Barat.













