KREASI Ketapang Tingkatkan Kapasitas Fasilitator Daerah BSAN, Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman

dialektis.id – Ketapang. KREASI Ketapang menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Daerah Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) yang berlangsung di Favehotel Ketapang pada 8–12 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran strategis dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak.

Dalam sambutan  Training Koordinator Syarif Samsurrizal KREAIS Ketapang, dijelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari kebijakan strategis dalam mendukung satuan pendidikan sebagai garda terdepan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Implementasi program ini menempatkan satuan pendidikan sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan menjadi sangat penting,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Menurutnya, tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan tidak hanya berada pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan dunia pendidikan, tenaga kesehatan, aparat penegak hukum, akademisi, media, organisasi masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat.

Dalam konteks tersebut, KREASI Ketapang mendorong terbentuknya Kelompok Kerja (Pokja) BSAN, Berdasarkan kebijakan operasional lintas sektor dalam Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026, jabatan Ketua Pokja BSAN di tingkat pemerintah daerah (provinsi maupun kabupaten/kota) secara ex-officio dijabat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) yan memiliki peran penting dalam memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan. Pokja tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, kepolisian, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ke depan, Pokja BSAN akan memiliki tanggung jawab besar dalam melakukan edukasi, pencegahan, penanganan kasus, serta penguatan sistem perlindungan anak di lingkungan sekolah.

“BSAN bukanlah sebuah gerakan yang hanya menjadi tanggung jawab kelompok atau lembaga tertentu. Keberhasilannya sangat bergantung pada komitmen dan kerja sama seluruh pihak dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi anak,” lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Repalianto yang hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

“Saya selalu berupaya hadir dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan. Pendidikan adalah investasi terbaik bagi masa depan daerah. Kita tidak dapat berharap memiliki sumber daya manusia yang berkualitas apabila tidak melakukan upaya nyata untuk menciptakan dan mendukung proses pendidikan yang baik,” ujar Repalianto.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas fasilitator daerah BSAN tersebut.

Menurutnya, program BSAN menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi dunia pendidikan saat ini. Berbagai persoalan seperti perundungan, kekerasan, diskriminasi, hingga dampak negatif perkembangan teknologi informasi masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

“Pelatihan ini diharapkan mampu meminimalkan berbagai kasus tersebut melalui penguatan kapasitas para fasilitator yang nantinya akan menjadi agen perubahan di sekolah dan lingkungan masing-masing,” katanya.

Repalianto juga menegaskan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai kemanusiaan, serta tempat yang harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap peserta didik.

Melalui kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini, para peserta diharapkan mampu memperkuat pemahaman, keterampilan, dan strategi dalam mengimplementasikan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di wilayah masing-masing, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang semakin kondusif bagi tumbuh kembang anak dan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Ketapang.

Bagikan Berita