dialektis.id – PONTIANAK. Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PORSEROSI) Kalimantan Barat yang berlangsung di Ballroom Mahkota Hotel Pontianak, Jumat (31/07/2026), menetapkan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2030. Forum organisasi tertinggi tersebut juga menjadi momentum pelantikan pengurus yang akan mengemban tanggung jawab pembinaan olahraga sepatu roda di Kalimantan Barat selama empat tahun ke depan.
Musprov dihadiri Sekretaris Jenderal PB PORSEROSI Sandra Erawanto, jajaran KONI Kalimantan Barat, pengurus kabupaten/kota, pelatih, atlet, serta berbagai unsur insan olahraga. Pertemuan ini memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis terkait tata kelola, pembinaan atlet, dan peningkatan prestasi menghadapi agenda kompetisi di tingkat regional maupun nasional.
Ketua terpilih menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan seluruh peserta Musprov. Ia menegaskan kepengurusan baru akan bekerja secara kolaboratif bersama pengurus daerah, pelatih, dan atlet untuk membangun sistem pembinaan yang lebih terstruktur, profesional, dan berkelanjutan demi meningkatkan daya saing olahraga sepatu roda Kalimantan Barat.
Dalam waktu dekat, fokus utama organisasi diarahkan pada persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat 2026. Program prioritas mencakup penguatan latihan, pembinaan atlet sejak dini, serta koordinasi intensif dengan pengurus kabupaten/kota agar proses seleksi atlet dapat berjalan lebih efektif dan terarah.
PORSEROSI Kalbar juga menargetkan hasil maksimal pada dua nomor yang akan dipertandingkan dalam Porprov 2026, yaitu sepatu roda dan skateboard. Cabang skateboard dinilai memiliki peluang besar untuk menyumbangkan medali, sehingga pembinaan atlet pada kedua nomor tersebut akan dilakukan secara optimal dan berkesinambungan.
Selain aspek pembinaan, kepengurusan baru turut menekankan pentingnya pembangunan sarana dan prasarana olahraga, khususnya lintasan atau sirkuit sepatu roda yang memenuhi standar. Ketersediaan fasilitas yang representatif diyakini akan mendorong peningkatan prestasi atlet, membuka peluang penyelenggaraan kejuaraan nasional di Kalimantan Barat, serta memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata olahraga, UMKM, perhotelan, transportasi, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).













