Belajar Pancasila Jadi Lebih Seru: KKN Undip Hadirkan Edukasi dan Permainan Interaktif di SD N 01 Sidomulyo

Sidomulyo — Nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipelajari melalui buku dan hafalan, tetapi juga dapat dikenalkan melalui kegiatan yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal tersebut diwujudkan melalui Program Sosial Kemasyarakatan Kelompok (PANCASILA): Edukasi Nilai-Nilai Pancasila, Hak, dan Kewajiban melalui Permainan Interaktif yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN di SD N 01 Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, pada Kamis (6/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program sosial kemasyarakatan KKN yang sebelumnya dilaksanakan secara berkelompok, kemudian dilanjutkan secara perorangan sesuai dengan peran dan pembagian tugas masing-masing mahasiswa. Dalam kegiatan tersebut, Jihan Ghina Shahira, mahasiswa Ilmu Pemerintahan, turut berperan sebagai pembawa materi sekaligus fasilitator permainan interaktif bagi siswa.

Kegiatan dirancang untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya itu, kegiatan juga bertujuan mengenalkan nilai demokrasi, musyawarah, dan gotong royong sebagai bagian dari pembentukan karakter warga negara yang baik sejak usia sekolah.

Mengenal Pancasila melalui Pembelajaran yang Dekat dengan Anak

Pada sesi penyampaian materi, Jihan memberikan edukasi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa. Materi diawali dengan pengertian Pancasila, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan lima sila Pancasila beserta maknanya.

Siswa juga diajak memahami lebih dalam mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, menghormati teman yang berbeda, membantu orang lain, bermusyawarah ketika mengambil keputusan bersama, serta bekerja sama dalam kegiatan kelompok.

Selain mengenalkan setiap sila, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya mempelajari Pancasila. Pancasila bukan sekadar materi yang harus dihafalkan, tetapi menjadi pedoman dalam bersikap dan berperilaku sebagai warga negara.

“Belajar Pancasila itu bukan hanya menghafal lima sila, tetapi juga memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” menjadi pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Empat Permainan untuk Belajar Sambil Bermain

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan permainan interaktif. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan mengikuti empat jenis permainan yang menguji pemahaman sekaligus kerja sama mereka.

Permainan pertama adalah “Pasangkan Kartu Pancasila”. Dalam permainan ini, kartu yang terdiri atas nomor sila, simbol, bunyi sila, dan contoh perilaku diacak. Setiap kelompok harus berdiskusi untuk memasangkan seluruh kartu dengan tepat. Dalam permainan ini, Jihan berperan sebagai fasilitator yang memandu jalannya permainan dan membantu memastikan siswa memahami setiap pasangan kartu.

Permainan kedua yaitu “Hak dan Kewajiban”. Setiap kelompok memperoleh sejumlah kartu yang berisi contoh hak dan kewajiban. Siswa kemudian berdiskusi untuk menentukan apakah setiap kartu termasuk hak atau kewajiban, lalu memasukkannya ke dalam wadah yang telah disediakan. Permainan ini mengajarkan siswa untuk memahami perbedaan antara hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, terdapat permainan “Estafet Gotong Royong”. Setiap kelompok ditantang memindahkan bola plastik menggunakan beberapa lembar kertas tanpa menyentuh bola secara langsung. Permainan ini membutuhkan kerja sama, komunikasi, dan kekompakan antarsiswa sehingga nilai gotong royong dapat dipraktikkan secara langsung.

Permainan terakhir adalah “Benar atau Salah”. Siswa harus mengangkat papan bertuliskan “Benar” atau “Salah” berdasarkan pernyataan yang dibacakan oleh fasilitator. Pernyataan yang diberikan berkaitan dengan Pancasila, hak dan kewajiban, serta tata tertib sekolah. Melalui permainan ini, siswa dapat menguji kembali pemahaman yang telah diperoleh selama kegiatan.

Belajar, Bekerja Sama, dan Berani Berdiskusi

Rangkaian permainan tidak hanya bertujuan menentukan kelompok dengan nilai tertinggi. Lebih dari itu, kegiatan memberikan ruang bagi siswa untuk belajar berdiskusi, menyampaikan pendapat, bekerja sama, dan mengambil keputusan bersama.

Setelah seluruh permainan selesai, siswa bersama fasilitator menyusun dan menempelkan kembali kartu-kartu Pancasila sesuai dengan urutan yang benar. Kegiatan tersebut menjadi bagian akhir dari proses pembelajaran sekaligus memperkuat kembali pemahaman siswa mengenai lima sila Pancasila.

Sebagai bentuk apresiasi, hadiah kemudian diberikan kepada kelompok yang memperoleh poin terbanyak dari seluruh permainan interaktif. Suasana kegiatan semakin meriah ketika siswa menerima penghargaan atas kerja sama dan usaha mereka selama mengikuti permainan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga berupaya menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa. Penggunaan permainan interaktif diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan melalui tindakan sederhana, seperti menghargai teman, melaksanakan kewajiban, bermusyawarah, menaati aturan, dan bekerja sama.

Penulis : Jihan Ghina Shahira KKN Tim II Universitas Diponegoro Desa Sidomulyo

Bagikan Berita