KKN UNDIP Ajak Anak Desa Sidomulyo Belajar Numerasi dan Menabung Sejak Dini

Desa Sidomulyo — Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) mengajak anak-anak Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, untuk mengenal numerasi dan membangun kebiasaan menabung sejak dini melalui program “Smart Saving Money for Kids: Building Smart Financial Habits from an Early Age”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026, dalam rangkaian kegiatan bimbingan belajar bersama anak-anak Desa Sidomulyo.

Program yang sebelumnya dilaksanakan secara berkelompok tersebut kemudian dilanjutkan melalui kontribusi individu mahasiswa dalam kegiatan bimbingan belajar. Salah satu mahasiswa yang turut berkontribusi adalah Raras Anggi Nastiti, yang menyampaikan materi mengenai numerasi dasar dalam kegiatan menabung.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan pengelolaan uang secara sederhana kepada anak-anak sekaligus menunjukkan penerapan kemampuan berhitung dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak tidak hanya diajak memahami pentingnya menyisihkan uang, tetapi juga belajar menentukan jumlah tabungan dan memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target.

Belajar Menghitung Uang Saku dan Target Tabungan

Dalam penyampaian materi, Raras mengajak anak-anak menggunakan contoh uang saku yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Anak-anak diperkenalkan dengan perhitungan sederhana untuk menentukan jumlah uang yang dapat ditabung, yaitu:

Uang yang Ditabung = Uang Saku − Uang yang Digunakan

Setelah mengetahui jumlah uang yang dapat disisihkan, anak-anak kemudian belajar menghitung perkiraan waktu untuk mencapai target tabungan dengan rumus:

Jumlah Hari Menabung = Target Tabungan ÷ Jumlah Uang yang Ditabung per Hari

Melalui contoh tersebut, anak-anak dapat melihat hubungan antara uang saku, pengeluaran, jumlah tabungan, dan target yang ingin dicapai.

Pemahaman anak-anak kemudian diuji melalui beberapa pertanyaan sederhana. Ketika diberikan contoh uang saku sebesar Rp10.000 dengan pengeluaran Rp6.000, salah satu peserta dengan cepat menjawab, “Rp4.000, Kak.” Jawaban tersebut menunjukkan bahwa anak-anak mampu menerapkan operasi pengurangan untuk menentukan jumlah uang yang dapat disisihkan untuk menabung.

Tidak hanya menghitung jumlah uang yang dapat ditabung, anak-anak juga diajak memperkirakan waktu untuk mencapai target tabungan. Saat diberikan contoh target Rp20.000 dengan jumlah tabungan Rp2.000 per hari, salah satu peserta menjawab dengan antusias, “10 hari!”

Melalui latihan tersebut, anak-anak belajar bahwa kemampuan numerasi dapat digunakan untuk membuat perencanaan sederhana. Mereka dapat mengetahui berapa uang yang dapat ditabung sekaligus memperkirakan kapan target tabungan dapat tercapai.

Belajar Numerasi Secara Aktif dan Interaktif

Penyampaian materi numerasi berlangsung secara interaktif. Anak-anak diberikan beberapa pertanyaan dan contoh perhitungan sederhana untuk dikerjakan bersama. Antusiasme terlihat ketika mereka mencoba menjawab pertanyaan serta mengikuti langkah-langkah perhitungan yang diberikan.

Penggunaan contoh yang berkaitan dengan uang saku membuat pembelajaran terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Anak-anak juga diajak memahami bahwa kemampuan berhitung tidak hanya digunakan untuk mengerjakan soal di sekolah, tetapi dapat diterapkan ketika mengatur uang saku dan merencanakan tabungan.

Mengenal Kebutuhan dan Keinginan Melalui Permainan

Setelah materi numerasi, kegiatan dilanjutkan dengan permainan untuk mengenalkan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Anak-anak diminta mengidentifikasi berbagai barang yang telah disediakan, kemudian menempelkannya pada media styrofoam sesuai dengan kategori yang tepat.

Permainan tersebut bertujuan untuk membantu anak-anak memahami pentingnya menentukan prioritas dalam menggunakan uang. Mereka diajak menyadari bahwa tidak semua barang yang diinginkan harus langsung dibeli dan sebagian uang dapat disisihkan untuk mencapai tujuan tertentu.

Kegiatan ini menjadi pelengkap materi numerasi karena anak-anak tidak hanya belajar menghitung uang, tetapi juga belajar mempertimbangkan penggunaannya.

Mewarnai Celengan dan Foto Bersama

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aktivitas kreatif berupa mewarnai celengan dan memberikan nama pada celengan masing-masing. Celengan tersebut diharapkan dapat menjadi media sederhana bagi anak-anak untuk mulai mempraktikkan kebiasaan menabung setelah kegiatan berlangsung.

Sebagai penutup, anak-anak melakukan sesi foto menggunakan photo frame yang dibuat dari kardus bekas. Photo frame tersebut dihias dengan kertas hasil cetak dan berbagai elemen dekoratif sehingga menjadi bagian dari aktivitas kreatif sekaligus dokumentasi kegiatan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa dan anak-anak Desa Sidomulyo. Momen tersebut menjadi penutup rangkaian pembelajaran sekaligus kenang-kenangan dari kegiatan bimbingan belajar.

Langkah Kecil untuk Membangun Kebiasaan Finansial Sejak Dini

Melalui program “Smart Saving Money for Kids”, mahasiswa KKN Undip berharap anak-anak Desa Sidomulyo dapat mulai memahami pentingnya mengelola uang secara sederhana. Perpaduan antara edukasi numerasi, pengenalan kebutuhan dan keinginan, serta praktik menabung diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan finansial yang baik sejak usia dini.

Mulai dari menghitung uang saku, menentukan jumlah yang dapat ditabung, hingga memperkirakan waktu untuk mencapai target, anak-anak diperkenalkan bahwa matematika dapat digunakan dalam mengambil keputusan sehari-hari.

Penulis: Raras Anggi Nastiti Tim KKN II Universitas Diponegoro Desa Sidomulyo

Bagikan Berita