Sosialisasi K3 Pengelasan di Desa Krandon : sebagai Upaya Meningkatkan Keselamatan Kerja

Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan masyarakat, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pengelasan di Desa Krandon. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Iklil Alif Muhandis, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan, sebagai salah satu program kerja dalam kegiatan KKN Reguler Tim II Tahun Akademik 2025/2026. Program ini ditujukan kepada para pelaku usaha las yang berada di Desa Krandon dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya penerapan K3 dalam kegiatan pengelasan sehari-hari.

Kegiatan pengelasan merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki berbagai potensi bahaya apabila dilakukan tanpa memperhatikan aspek keselamatan. Proses pengelasan dapat menghasilkan panas tinggi, percikan api, asap dan gas, radiasi cahaya, serta berpotensi menimbulkan luka bakar, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, hingga kebakaran. Oleh karena itu, pemahaman mengenai penggunaan alat pelindung diri (APD) dan penerapan prosedur kerja yang aman menjadi hal yang sangat penting, khususnya bagi para pekerja dan pengusaha las.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan sosialisasi dilakukan secara sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat. Salah satu media yang digunakan adalah poster K3 pengelasan yang berisi informasi mengenai potensi bahaya dalam proses pengelasan, pentingnya penggunaan APD, serta beberapa langkah dasar untuk menjaga keselamatan selama bekerja. Poster tersebut diharapkan dapat menjadi media pengingat yang dapat ditempatkan di area kerja sehingga informasi mengenai K3 dapat terus terlihat dan diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.

Selain memberikan edukasi melalui poster, kegiatan ini juga disertai dengan pemberian sarung tangan tahan panas kepada pihak pengusaha las. Pemberian APD tersebut merupakan bentuk dukungan nyata untuk mendorong penerapan keselamatan kerja di tempat usaha. Sarung tangan tahan panas dapat membantu melindungi tangan dari paparan panas dan risiko cedera selama melakukan pekerjaan pengelasan maupun ketika menangani material yang memiliki suhu tinggi. Meskipun demikian, penggunaan sarung tangan tetap perlu disertai dengan APD lainnya sesuai dengan jenis pekerjaan, seperti pelindung wajah atau helm las, pakaian kerja yang sesuai, dan sepatu keselamatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengusaha dan pekerja las di Desa Krandon semakin memahami bahwa penerapan K3 bukan hanya sekadar penggunaan alat pelindung diri, tetapi juga merupakan bagian penting dari budaya kerja yang aman dan bertanggung jawab. Keselamatan kerja perlu menjadi perhatian bersama agar aktivitas usaha dapat berjalan dengan baik sekaligus meminimalkan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja.

Kegiatan Sosialisasi K3 Pengelasan di Desa Krandon juga menjadi bentuk penerapan ilmu yang diperoleh dari Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan ke dalam kehidupan masyarakat. Pengetahuan mengenai pekerjaan konstruksi, pengelasan, serta keselamatan kerja dapat diterapkan tidak hanya dalam lingkungan industri dan galangan kapal, tetapi juga pada usaha pengelasan yang berkembang di masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan penerapan K3 di lingkungan usaha las Desa Krandon dapat terus ditingkatkan dan dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi yang telah diberikan diharapkan tidak berhenti pada saat kegiatan sosialisasi saja, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari sehingga tercipta lingkungan kerja yang lebih aman, nyaman, dan produktif bagi para pekerja maupun pengusaha las di Desa Krandon.

Reportase: Iklil Alif Muhandis, mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro.

Bagikan Berita