PEKALONGAN – Tim KKN Universitas Diponegoro (Undip) menggelar program kerja sosial masyarakat (sosmas) bertajuk “Aku Anak Hebat: Paham Pancasila, Taat Kewajiban, Tau Hakku!” pada Kamis, 6 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di SDN 01 Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan ini ditujukan khusus bagi siswa-siswi kelas 4 guna membangun karakter nasionalis dan pemahaman hukum dasar sejak usia dini.
Program sosmas ini merupakan bentuk kolaborasi lintas disiplin ilmu antara mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Jihan Ghina Shahira, dan mahasiswa Hukum, Naina Rahmalia Fatiha. Sesi pertama dibuka oleh Jihan yang membawakan materi pemahaman nilai-nilai Pancasila. Sosialisasi kemudian berfokus pada edukasi hak dan kewajiban anak yang disampaikan secara interaktif oleh Naina.
Dalam pemaparannya, Naina menekankan pentingnya memahami hak dan kewajiban sejak dini agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, disiplin, serta mampu menghargai hak orang lain di lingkungannya. Naina menjelaskan bahwa hak adalah sesuatu yang pantas diterima sebagai manusia, sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
Untuk memudahkan pemahaman para siswa, pemaparan dilengkapi dengan contoh-contoh konkret kehidupan sehari-hari:
Di Rumah: Hak anak mencakup mendapatkan kasih sayang, perlindungan, serta ruang belajar yang layak; sedangkan kewajiban anak meliputi membantu orang tua, menjaga kebersihan kamar, dan belajar dengan tekun.
Di Sekolah: Hak siswa antara lain memperoleh ilmu dari guru dan menggunakan fasilitas sekolah; sementara kewajibannya adalah mematuhi aturan sekolah, mendengarkan guru, serta menghormati teman.
Naina juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara hak dan kewajiban. Keseimbangan ini diperlukan agar kehidupan di rumah, sekolah, maupun masyarakat dapat berjalan secara tertib, adil, dan rukun tanpa ada pihak yang dirugikan. Selain itu, alasan utama mengapa kewajiban harus dipatuhi adalah untuk membentuk sikap disiplin, menjaga ketertiban umum, memastikan hak orang lain dapat terpenuhi, serta menciptakan suasana hidup yang rukun dan damai.
Sesi panyampaian materi disambung dengan empat permainan interaktif yang seru. Siswa dibagi ke dalam kelompok kecil untuk menguji pemahaman materi sekaligus mempererat kerja sama.
Permainan dibuka dengan “Pasangkan Kartu Pancasila”, di mana siswa harus mencocokkan kartu acak berisi nomor sila, simbol, teks, dan contoh perilakunya dengan bimbingan Jihan selaku fasilitator. Setelah itu, pada permainan “Hak dan Kewajiban”, siswa diajak memilah kartu contoh ke dalam wadah yang sesuai agar lebih memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana semakin meriah saat permainan “Estafet Gotong Royong”, yaitu tantangan memindahkan bola plastik memakai kertas tanpa menyentuh bola langsung—sebuah latihan nyata untuk komunikasi dan kekompakan tim. Kegiatan akhirnya ditutup dengan permainan “Benar atau Salah”, di mana siswa menguji kembali wawasannya mengenai Pancasila, hak dan kewajiban, dan tata tertib sekolah dengan merespons pernyataan fasilitator melalui papan jawaban.
Perpaduan antara pemaparan materi yang edukatif dan deretan permainan interaktif berhasil menghidupkan suasana di kelas 4 SDN 01 Sidomulyo. Raut wajah ceria dan keaktifan para siswa yang saling bekerja sama menjadi bukti nyata betapa mereka menikmati setiap sesi pembelajaran yang disajikan. Harapan besar tertuang dalam kegiatan ini; sosialisasi tersebut tidak sekadar berhenti sebagai penambah wawasan akademis di dalam kelas, tetapi juga mampu meresap ke dalam kehidupan sehari-hari mereka. Melalui penanaman kesadaran hukum dan penguatan karakter berbangsa sejak usia sekolah dasar, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mencetak generasi muda Desa Sidomulyo yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, rasa tanggung jawab, dan moralitas yang tinggi.
Penulis : Naina Rahmalia Fatiha KKN Tim II Universitas Diponegoro Desa Sidomulyo













